Kerjasama UM dan Undana

SEBANYAK 23 dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) berhasil menyandang gelar Doktor Bidang Teknologi Pembelajaran, usai mengikuti Program Kerjasama antara Universitas Negeri Malang (UM) dan Undana. Ke-23 Doktor yang telah dinyatakan lulus pada Desember 2016 tersebut, masing-masing adalah Dr. Petrus Ly, M.Si, Dr. Siprianus S. Garak, M.Sc, Dr. Markus U. K. Yewang, MM, Dr. Melkisedek Taneo, M.Si, Dr. Leonard Lobo, M.Kes, Dr. Ignasius Suban Angin, Dr. Labu Juli, M.Hum, Dr. Jonas Thene, M.Hum, Dr. Djakariah, M.Pd, Dr. Firmina Angela Nai, M.Hum, Dr. Henderina Pada, M.Hum, Dr. Taty R. Koroh, S.Pd, M.Pd, Dr. Andreas Ande, M.Si, Dr. Silvester P. Taneo, S.Pd, M.Si, Dr. Benediktus Nama Koten, M.Pd, Dr. Jakobus Jakob, SU, Dr. Laurensius Kian Bera, MA, Dr. Hayon G. Nico, M.Hum, Dr. Yohanes S. Tenawang, M.Pd, Dr. Hiwa Wonda, S.Pd, M,.Pd, Dr. Fransiskus Sanda, M.Hum dan Dr.Imanuel Lohmai, M.Pd. Siaran pers  Pejabat Fungsional Pranata Humas Ahli Madya Undana, David Sir, S.Sos.,M.Hum menyebutkan, dengan penambahan 23 orang doktor baru tersebut, maka saat ini Undana memiliki 201 doktor di berbagai bidang yang tersebar di sebelas fakultas di lingkungan Undana.

Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph.D dalam sambutnnya  pada Acara Penyerahan Lulusan S3 TEP UM ke Undana di ruang aula lantai tiga Gedung Rektorat Undana, Jumat (27/1) mengapresiasi kerjasama yang telah dibangun oleh kedua pimpinan, baik Undana maupun UM sebelumnya. Ia mengaku, tanpa komitmen dan kerjasama, tidak mungkin 23  doktor tersebut bisa dihasilkan. Ia menyampaikan terima kasih kepada Rektor UM dan jajarannya yang telah mengawal jalannya kerjasama tersebut. Ia mengaku, dengan tambahan 23 doktor, maka doktor terbanyak ada di FKIP jika disbanding dengan 10 fakultas lainnya. Ia mengajak ke-23 doktor tersebut tidak hanya puas menjadi doktor, tetapi menjadi guru besar agar bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Dalam waktu dekat ini, kata Benu, akan membawa ke-23 nama doktor yang baru itu ke Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi di Jakarta.

Selain kerjasama dengan UM, kerjasama yang sama pun, kata Prof. Benu, telah dilakukan, diantaranya dengan Universitas Brawijaya Malang, Universitas Airlangga dan Universitas Diponegoro. Ia meminta agar ke-23 doktor tersebut bisa menggunakan ilmu bagi para mahasiswa. “Kita berharap agar para doktor ini bisa berkontribusi bagi anak didik yang adalah pusat pelayanan kita di Undan,”ungkapnya.  Dengan bertambahnya 23 doktor tersebut, kata Rektor, akan membantu dalam meningkatpan akreditasi prodi maupun institusi Undana. Ia pun mengajak UM agar bisa melakukan join students exchanged (pertukaran pelajar, red), staf exchanged (pertuakran dosen, red), bahkan join supervise.

Direktur Pascasarjana UM, Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd  ketika menyerahkan 23 doktor Undana tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap kersajama tersebut. Ia menyebut, UM dan Undana memiliki jaringan dan sejarah pada masa lalu, sehingga kerjasama tersebut bisa dilaksanakan. Ia berharap agar kerjasama tersebut bisa dilanjutkan pada masa mendatang. “Kerjasama yang sebelumnya dan yang sudah dilaksanakan mari kita jaga dan kita rajut pada masa mendatang,”kata Nyoman.

Ia mengaku, proses pengurusan ijazah dan transkip telah dilakukan, dan ke-23 doktor tersebut akan mengikuti wisuda pada 4 Maret Mendatang. Ia mengatakan, keberhasilan tersebut patut mendapat penghargaan. Ia mengajak ke-23 doktor baru untuk menjadi anggota pada Ikatan Profesi Teknologi Pembelajaran Indonesia (IPTPI). Dengan begitu, ilmu tersebut bisa bermanfaat dan bisa diperhaharui.

Sementra Koordinator Kelas KS Kupang, Dr. Imanuel Lohmay, M.Pd dalam laporannya mengatakan, 23 doktor baru yang dihasilkan tersebut berawal dari Kebijakan Rektor Sebelumnya Prof. Ir. Frans Umbu Data dalam rangka pengembangan SDM Dosen Undana, maka diutus para pejabat Undana ke beberapa perguruan tinggi negeri di pulau Jawa, antara lain Pembantu Rektor Bidang Akademik dan Dekan FKIP Undana ke Malang pada tahun 2012. Dari perkunjungan tersebut, telah terjalin kerjasama antara UM dan Undana dalam bentuk Piagam Kerjasama, Nomor UM:  2134/UN32/DN/2013 dan Undana : 1175/UN15/KL/2013 Tanggal 9 Februari 2013.

Ia mengisahkan, dosen FKIP yang mendaftar untuk melanjutkan studi S3 ke UM kurang lebih 40-an. Khusus yang berminat dan mendaftar di FKIP untuk TEP UM sebanyak 32 orang. Yang ikut tes masuk sebanyak 28 orang. Sementara, 1 orang langsung tes di UM pada 16 Juni 2013 dan 27 lainnya tes di Kupang pada Agustus 2013. Semuanya, kata dia, dinyatakan lulus. “Salah satu teman, Renoat Amos Selwanus tidak beredia melanjutkan, sedang 26 orang mengikuti studi dan saat ini sudah lulus sebanyak 23 orang dengan masa studi 3 tahun 2 bulan, terhitung 22 Oktober 2013, kami diterima sampai dengan Desembar 2016,” sebutnya.

Sementara, 3 dosen lainnya, yaitu Mathias Museng Ola, katanya, sudah siap ujian namun mengalami sakit. Sedangkan, Gaspar Mello dan Hilda Naley sedang menyusun disertasi. “Kami 26 orang berasal dari berbagai jurusan di FKIP Undana yaitu Jurusan Ilmu Pendidikan, Jurusan PPKn, Jurusan PBS, Jurusan Pendidikan Sejarah, Jurusan Pendidikan Geografi, Jurusan Pendidikan Ekonomi,” pungkasnya.

Hadir pada acara penyerahan para doctor tersebut antara lain Pembantu Rektor Bidanang Akademik Undana, Dr. David B. W. Pandie, Karo BAAKPSI Undana, Drs. Jimmy Benu, M.Si, Wadir I PPs UM, Prof. Dr. Ery Tari Djatmika, R. W.W, MA, M.Si, Koordinator Prodi TEP, Prof. Dr. Punadji, M.Pd., M.Ed dan undangan lainnya.  [ds/refael/ovan]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *