Faperta Undana Gelar Festival Tanaman Hias dan Buah

Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar feastival tanaman hias dan buah. Festival tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Dies Natalis Undana yang ke-56 dan Faperta yang ke-36. Tahun ini merupakan tahun ke tiga festival itu dilaksanakan. Hadir pada kesempatan itu sejumlah pimpinan diantaranya Dekan Faperta Undana, Dr. Damianus Adar, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Dr. Oktovianus Nawa Pau, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Apris Adu, S.Pt.,M.Si, Ketua DWP Undana, Ny. Ir. Grace Nale-Benu para perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Naibonat dan sejumlah dosen dan mahasiswa Faperta. Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Drs. Yohanis Tae Ruba, M.Si ketika membacakan sambutan tertulis Penjabat Gubernur NTT, Drs. Robert Simbolon, M.PA mengatakan, salah satu upaya melalui festival tersebut adalah membangun daya saing global dalam tridharma pendidikan. Dan didasarkan pada keunggulan komparatif lahan kering kepulauan sebagaimana tertuang dalam Pola Ilmiah Pokok Undana. Menurutnya, festival tersebut hendak menunjukkan kepada masyarakat bahwa pertanian tidak selamanya harus di kebun  atau sawah. Tetapi para petani dapat mengambil bagian dalam festival sesuai usaha yang dilakukan selama ini. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi ajang pelestarian lingkunagn dan pembelajaran mengenai kekayaan keanekaragaman hayati, serta mengurangi tingkat penurunan kualitas lingkungan akibat perluasan konversi lahan pertanian menjadi non pertanian. Ia menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan menyampaikan terima kasih kepada Undana dan Faperta atas peran dan kemitraannya dalam mendukung pembangunan di NT, khsusnya dibidang pendidikan dan penelitian pertanian. Ia mengaku gembira karena Faperta Undana sebagai salah satu mitra pemerintah di bidang pendidikan telah membantu pemerintah dalam meningkatkan sumber daya manusia yang bukan saja berkualitas, tetapi pada gilirannya turut berperan dalam pembangunan bangsa dan negara, khsusnya NTT. Sementara Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc dalam sambutannya mengatakan, kegiatan festival tanaman hias dan buah memiliki beberapa manfaat strategis. Salah satunya adalah melakukan promosi kepada masyarakat bahwa dunia akademik mampu menghasilkan produk ilmiah. “Dengan festival ini masyarakat bisa melihat hasil atau produk akademik, sejauh mana produk akademik yang dilakukan Undana, khususnya Faperta,” ujarnya. Menurutnya, pertanian merupakan proses menumbuhkan kehidupan dan pembentukan karakter. “ Saat kita bertanam itu menguji kesabaran, kita bisa kerja keras, kita merasa damai dan suka cita. Ini bagian dari pembentukan karakter manusia,” paparnya. Meski petani kerap mengalami depresi akibat rawan pangan maupun gagal panen. Namun, kata dia, itu seharusnya menjadi pintu masuk dunia kesehatan untuk mengatasi masalah yang dihadapi para petani. “Kita harus optimis, menjadi petani adalah sesuatu yang menguntungkan bukan merugikan,” sebutnya. Ia menambahkan, sebagai salah satu lokomotif lahan kering kepulauan, Undana sangat berharap, ke depan kegiatan festival tersebut bisa melibatkan banyak pihak agar hasilnya tidak saja dinikmati civitas akademika Undana, tetapi masyarakat luas. Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan selamat kepada Faperta atas dies natalis ke-36 dan juga dies natalis Undana ke-56. Adapun beberapa lomba yang dilakukan sejak pembukaan tanggal 5-7 September, yaitu: lomba tanaman hias, buah dalam pot, sayur dalam pot, kuliner buah segar. Jumlah peserta yang mengikuti lomba sebanyak 102 orang yang tersebar di 23 stand. [rfl/ovan/ds]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *