Dubes Norwegia Jajaki Kerja Sama dengan Undana-Pemprov NTT

  • Mencuat Enam Bidang Kerja Sama

Duta Besar berkuasa penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Norwegia,  Thodung Mulya Lubis menjajaki kerjasama dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) dan  Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT. Gagasan kerja sama tersebut merupakan permintaan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam kunjungan kerjanya di Norwegia beberapa waktu lalu.  Hal itu mencuat saat kunjungan Dubes Thodung Mulya Lubis ke Undana, guna melakukan tatap muka dengan jajaran pimpinan Undana, Senin (7/10) di ruang rapat lantai dua Gedung Rektorat Undana Penfui.

Kehadiran Dubes, Thodung Mulya Lubis saat itu ditemani Prof.Stein Oluf Kristiansen dari University of Agder, Staf Khusus Gubernur NTT, Prof. Willi Toisuta, Kabiro Humas Pemprov NTT, Dr. Ardu Jelamu, dan rombongan lainnya. Sedangkan pimpinan dari Undana nampak hadir Wakil Rektor (Warek) Bidang Akademik, Dr.drh.Maxs U.E.Sanam,M.Sc, Warek Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Ir. Jalaludin, M.Si, Warek Bidang Kemahasiswaan, Dr.Siprianus Suban Garak,M.Sc,  Warek Bidang Kerjasama dan Alumni, Ir. I Wayan Mudita, Ph.D, Dekan FKIP, Dr.Melky Taneo,M.Si, Dekan FST, Drs.Leo Sianturi,M.Si, Dekan FKP, Dr.Ir.Marcelin Dj.Ratoe Oedjoe,M.Si dan Kasubag Pers Biro Humas Setda NTT, Valery Guru,S.Sos.

Dr.Maxs Sanam dalam kata pengantarnya  mengatakan, kunjungan Dubes Mulya Lubis bersama rombongan merupakan sebuah kehormatan bagi Undana. Ia mengaku, kerjasama Undana selama ini, fokus pada beberapa universitas di dua negara, yakni Australia dan Timor Leste. Sementara untuk Kerajaan Norwegia, baru pertama kali dijajaki.

Pada kesempatan itu, ia memperkenalkan Undana, mulai dari tahun berdirinya Undana pada 1 September 1992 dan memiliki 11 fakultas dan 1 prodi PPs hingga Undana kini memiliki Centre of Excellence (CoE) pusat keunggulan lahan kering dan kini Undana menjadi BLU. Undana dalam bebrapa kerjasama, membantu para pelajar yang hendak ke luar negeri dalam memahami atau meningkatkan skill berbahasa Inggris. Salah satunya, Undana telah memberi pendidikan vocational bagi 25 generasi muda NTT yang  belajar tentang pariwisata beberapa waktu lalu di Australia.

Dubes Mulyua Lubis pada kesempatan itu mengatakan Indonesia, khususnya NTT memiliki kekayaan alam yang luar biasa.  Ia menyatakan, sudah beberapa kali ke NTT tetapi itu dalam urusan lain. “Sudah saatnya kita melakukan kerjasama dengan NTT. Karena sekitar 1983 saya pernah bekerjasama mandirikan Lembaga Bantuan Hukum di Papua, tempat dimana kita harus berbuat lebih, walaupun itu ditentang Pemerintah dan Panglima Militer. Saya harus bolak balik Jakarta Papua,” kisahnya.

Kali ini ia ingin menjajaki kerjasama dengan Undana dan Pemprov NTT. “Ketika saya jumpa dengan Gubernur NTT, VBL, terakhir rombongan NTT ikut festival di Osko, kita tukar pikiran. Pak Gub katakan kita bisa gagas kerjasama dengan Norwegia bangun SDM di NTT, karena beliau banyak mimpi tentang NTT. Saya tidak kenal semua potensi di NTT. Minimal sangat kaya dalam perikanan, pertanian, tourism dan energy,”bebernya.

Sementara enam hal yang mencuat dalam kerjasama itu, antara lain: Pertama, perbaikan pemerintahan daerah (local). “Seharusnya perbaikan lokal governance jadi isu penting, karena pemerintah tidak bisa jalan sendiri, harus dengan berbagai pemangku kepentingan, ” katanya. Kedua, kualitas tenaga pendidik. “Sangat penting di NTT, bagaimana kita tingkatkan kualitas tenaga pendidik pada SMA dan SMP, karena ini basis yang menentukan sebelum ke universitas. Peningkatan dengan training-training yang bisa tingkatkan kualitas pendidik,” katanya.

Ketiga, sumberdaya laut. “Kekayaan yang kita punya. Saya tidak tau berapa prediksi. Kita migrasi ikan ke satu ikan ke tempat lain. Ikan ini oleh illegal fishing dll. Kalau kita ingin bantu kembangkan, maka kita butuh banyak anggaran dari APBD,” ujarnya. Ia menyebut, Kerajaan Norwegia sangat maju dengan membudidayakan sumberdaya laut. Contohnya, pengekspor ikan Salmon terbesar di dunia. Hal itu, kata dia, karena pemerintahnya memberikan ijin penangkapan dan usaha perikanan yang kini tercatat sudah 2000 izin diberikan. Keempat, energi terbarukan/renewaebale energy.

Menurutnya, banyak yang bisa dilakukan, diantaranya, solar, geothermal, dan lain sebagainya. Kelima, pariwisata. “Mungkin Pak Gubernur VBL ingin Undana bekerjasama dengan salah satu universitas di Norwegia. Ada join research, student excahange, dan hal lain yang bisa dipikirkan dan dibicarakan,” bebernya.

Keenam, bidang pertanian. “Tadi saya dengar Pak Warek katakan CoE Undana adalah lahan kering kepulauan, maka Pertanian juga bisa dilakukan dalam kerjasma ini,” kata dia. Ia mengaku, Gubernur NTT punya semangat membangun NTT, karena itu kerjasama tersebut harus dilakukan dengan orientasi jangka panjang. “Mudah-mudahan Pak Warek bisa bicara dengan Prof. Christianson untuk bisa lihat peuang dan program apa saja,” imbuhnya.

Sementara Prof.Stein Oluf Kristiansen menyatakan bahwa dirinya mendukung upaya kerjasama Undana, Pemprov dan Kerajaan Norwegia. Ia setuju dengan enam bidang yang akan dijajaki berasma untuk dilakukan kerjasama. Ia mengaku, ada banyak masalah yang berkaitan dengan kemiskinan, keadilan sosial, masalah lingkungan seperti kebakaran hutan, global warming dan lain sebagainya.

“Dan kita butuh dukungan kerja sama ini untuk mengatasi sejumlah masalah yang sedang dihadapi, terutama di NTT,” jelas Guru Besar yang sudah mengabdi bagi Indonesia selama 35 tahun itu. Ia mengaku, UGM dipilih Norwegia untuk kerjasama kerena, kampus tersebut masih memiliki spirit kebangsaan. Seperti apa yang disampaikan Kedubes bahwa Kerajaan Norwegia sangat Pancasilais dalam menjalanakan pemerintahannya.

Pada jam yang sama pertemuan serupa dilanjutkan di ruang rapat Asisten Setda NTT hingga siang harinya dipimpin langsung oleh Wagub, Josef Nae Soi, dihadiri sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemprov NTT, sejumlah Kepala SMA da SMK di Kota Kupang. Hadir pula Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr.drh. Maxs U.E. Sanam,M.Sc.

Lubis dalam pertemuan lanjutan tersebut mengatakan, ada beberapa sektor yang menjadi perhatian yakni pemerintahan, Pendidikan, pariwisata, energy terbarukan, dan perikanan.  [rfl/ds/ovan]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *