Australia Volunteer Siapkan Sukarelawan Tingkatkan SDM Undana

Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), baik tenaga pendidik maupun kependidikan di Undana, Program Australia Volunteer (PAV) siap memberikan sukarelawan (volunteer) kepada Universitas Nusa Cendana (Undana). Untuk mendapatkan sukarelawan itu, Undana harus memasukan lamaran kepada PAV agar menyiapkan sukarelawan yang tepat sesuai dengan permintaan. Lamaran tersebut, diantaranya, harus mengisi personal requirement form (formulir pendaftaran pribadi). Hal itu dijelaskan Program Officer PAV Indonesia, Anisa Husni saat memberikan sosialisasi di Gedung Rektorat Undana, Rabu (19/2).

Hadir pada kesempatan itu, Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph. D, Wakil Rektor (Warek) Bidang Akedemik, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc, Warek Bidang Alumni dan Kerjasama Ir. I Wayan Mudita, Ph. D, Dekan FST, Drs. Leo Sianturi, M.Si, Dekan FKIP, Dr. Malkisedek Taneo, Kepala Kantor Urusan Internasional Undana, Dra. Maria Lobo dan sejumlah dosen lainnnya.

Anisa menyebut, selama ini sudah ada satu volunteer yang diminta Fakultas Kedokteran Hewan (FKH). “Tahun lalu sudah ada relawan untuk veteriner. Sehingga untuk menambah volunteer tersebut, maka VAP harus menggagas kerjasama dengan Undana agar volunteer bisa membantu beberapa tenaga dosen maupun pegawai di tingkat Undana, fakultas maupun prodi,” ujarnya.

Jika pihak Undana, akultas maupun prodi yang ingin mendatangkan volunteer, maka terlebih dahulu harus melamar volunteer, sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi di Undana.

Hal itu perlu dilakukan agar kehadiran volunteer nanti benar-benar dapat memenuhi kebutuhan SDM di Undana. Dan, setelah volunteer itu selesai bertugas kurang lebih setahun, maka harus ada SDM yang sudah bisa mendapat ilmu yang diberikan volunteer tersebut.

Dra. Maria Lobo didampingi Program Officer PAV Indonesia, Anisa Husni, Dekan FST, Drs. Leo Sianturi, M.Si dan Dekan FKIP, Dr. Malkisedek Taneo saat foto bersama para peserta.

Dia menambahkan, ketika volunteer sudah tiba di Undana, maka pihak fakultas maupun prodi yang berhubungan dengan volunteer harus menyediakan tempat kerja, maupun fasilitas kerja, misalnya, laptop, guna mendukung tugas dan pekerjaan volunteer.

Hal lain yang berkaitan dengan akomodasi, transporatasi, visa, asuransi kesehatan dan lainnya, ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Australia. Husni menyebut, volunteer yang nanti dilamar, benar-benar memiliki kapasitas, profesionalitas dan ahli dalam bidangnya. “Jadi bukan dia seorang mahasiswa, tapi benar-benar ahli (expert) dalam bidangnya. Usia mereka berkisar dari 23 tahun sampai 70-an tahun bahkan sampai 85 tahun,” ungkapnya.

Menyoal tentang kendala bahasa, jelas dia, Jogjakarta merupakan tempat yang selama ini menjadi rumah bagi para volunteer untuk melakukan training Bahasa Indonesia, sebelum mereka ditugaskan ke tempat tujuan. Ia menyebut, dalam upaya meningkatkan SDM tersebut, ada evaluasi yang akan dilakukan di saat akhir.

Sementara itu, Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph. D ketika membuka kegiatan itu menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan dari pihak PAV di Undana. Dikatakannya, Undana selama ini telah bekerjasama dengan pemerintah dan beberapa universitas di Australia. Karena itu, kehadiran VAP juga mendapat apresiasi dan tempat di Undana. Meski Undana telah memiliki SDM, tetapi dengan adanya volunteer ini diharapkan dapat meningkatkan SDM Undana yang lebih baik dan mumpuni. Karena itu, guna mendapat volunteer, maka besar kemungkinan Undana akan menggagas kerjasama dengan VAP. Selanjutnya, Undana juga akan mengajukan lamaran guna mendapat volunteer yang sesuai dengan kebutuhan lembaga. (rfl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *