Poltekpel-Undana Tandatangani MoU di Bidang Pelayaran

Istri Sri Wahynui,S.Si.T.,M.Sda (Kejur Elektro Palayaran), Ari Yudha Lusiandri,M.Pd (Kapuslit dan Pengabdian Masyarakat), dan Capt.Tri Mulyatno Budhi Hartanto,S.Si.T.,M.Pd (Kepala Devisi Pengembangan Usaha). Turut hadir menyaksikan, Wakil Dekan I FST, Suliha N.I. Neonufa,ST.,MT serta Kepro Teknik Elektro, Beby H.A. Manafe,ST.,MT.

Pada kesemapatan itu, Capt. Heru Susanto,MM mengungkapkan, adanya kerjasama antara Kementerian Perhubungan RI (Kemenhub) melalui Poltekpel dan perguruan tinggi di Undana tersebut sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan. “MoU sudah ditandatangani dengan pak Rektor Undana sebagai tindak lanjut dari program Kemenhub, yakni Diklat Pendidikan dan Pelatihan,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, adanya target Dilat Pendidikan dan pelatihan, khusus tahun ini sebanyak 11 ribu sertifikat kompetensi. Dengan melihat kondisi ini, maka pihaknya bersama tim harus melakukan kolaborasi dengan perguruan tinggi yang ada di Indonesia, salah satunya adalah dengan Undana, kata Heru Susanto.

Capt.Heru Susanto menjelaskan, DPM di Kemenhub ini diarahkan untuk meningkatkan kinerja safety (keselamatan) pada bidang transformasi, karena safety merupakan aspek utamanya. Selain itu, DPM ini juga sebagai pengembangan masyarakat, supaya masyarakat yang berutung bisa mendapatkan akses pekerjaan pada bidang keahlian tertentu. “Jadi kolaborasi antara Poltekpel dengan Undana sangat penting dengan harapan hasilnya dapat lebih baik, agar nantinya juga Undana dapat mendukung program Kemenhub melalui Poltekpel Surabaya,” katanya.

Yang paling penting, kata Heru Susanto adalah adanya pola pembibitan dimana mahasiswa semester VI diboleh pada saat mengikuti pendidikan sudah langsung diawasi oleh BKN, sehingga setelah menyelesaikan studi langsung bisa bekerja, karena dia sudah memiliki sertifikat kompetensi. Tetapi pihaknya mengatakan bahwa saat ini kesulitan mencari calon mahasiswa atapupun para sarjana yang bersedia untuk menjadi mahasiswa Poltekpel Surabaya untuk mengikuti perkuliahan penyeteraan dari S1 selama enam bulan dilanjutkan dengan praktek di atas kapal, setelah itu baru akan diuji kompetensi untuk mendapat sertifikat.

Rektor Undana, Prof. Fred Benu mengatakan, akan segera menindaklanjuti kerja sama dengan Poltekpel Surabaya itu. “Sebagai pimpinan universitas, saya menyampaikan terima kasih atas inisiasi melakukan kerja sama dengan Undana. Komunitas Undana, khusus mahasiswa saat ini berjumlah sekitar 30 ribu orang, sehingga ini merupakan dasar yang kuat untuk terus berkolaborasi dengan berbagai institusi, termasuk Poltekpel Surabaya.

“Saya menyampaikan terima kasih karena telah berinisiasi hadir di Undana melakukan MoU untuk tiga pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan Undana. Saya rasa Undana merupakan PTN pertama di NTT yang melakukan kerja sama dengan Poltekpel Surabaya, karena kerja sama ini sangat penting, sudah bukan zamannya lagi perguruan tinggi berjalan sendiri-sendiri, tetapi terus melakukan kolaborasi demi pengembangan sumber daya manusia. Di Undana ada Fakultas Kelautan dan Perikanan dan ada Jurusan Elektro di Fakultas Sains dan Teknik (FST), itu semua bisa di kerja samakan,” katanya.

Rektor Undana dua periode tersebut mengungkapkan, untuk kedepannya lulusan Undana tidak hanya sekedar mendapat ijazah, namun juga diberikan sertifikasi sesuai dengan keahlian. Karena itu, ia mengapresiasi tawaran kerja sama Poltekpel tersebut untuk menyiapkan kader muda yang masih berstatus mahasiswa maupun yang sudah menyandang gelar S1 guna menangkap peluang ini, sehingga dapat menunjang karier profesional mereka (lulusan Undana, red) pada bidangnya masing-masing.

Karena itu, Rektor, Fred Benu meminta agar kolaborasi kerja sama melalui penandatangan MoU tidak berhenti disini saja, sambil mengharapkan kepada seluruh pimpinan dan dosen Undana yang memahami dan memiliki ilmu pelayaran agar dapat memflowup MoU tersebut. (ovan/rfl/ds)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *